Kamis, 20 Maret 2014

Harapan

 "Fo, kenapa kau termenung? dari tadi kau hanya melihat ke arah api dilampu semprong itu."

"kau memikirkan sesuatu? katakan kepada kami. Jika tidak, perasaan itu akan terus menghantuimu.
lagipula apa gunanya kami sebagai sahabatmu, jika kau tak mau berbagi cerita kepada kami."

aku sedang berfikir tentang kita dan hari esok.

"apa yang salah tentang kita? apa yang salah tentang hari esok?".

   Entahlah, aku juga tidak yakin Ca. Aku tak ingin menyalahkan hari esok, karena semua berawal dari kita. Jika kita mengawalinya dengan sebuah kesalahan maka sampai akhir adalah sebuah kesalahan.

Aku hanya takut..

"Takut kalau kita tidak bisa menjadi siapa-siapa, dan takut kalau tak ada satupun yang mau menghargai kita."

"Takut? kita mempunyai Tuhan yang kuat! kau ingat? tak ada alasan buat kita untuk takut!"

   "tapi Bal, kita manusia, dan mempunyai perasaan takut itu wajar. Lagi pula Tuhan tidak akan langsung mau menolong umatnya, Ia ingin melihat kesungguhan umatnya terlebih dahulu.
Jika kita benar bersungguh-sungguh..
sekalipun kita gagal, Ia akan menolong kita. Hanya saja kita harus memohon kepadaNya, dengan berdoa."

   "Denis benar, bersungguh-sungguh sambil diiringi dengan doa, Tuhan akan mengutus malaikatnya untuk selalu dekat dengan kita. Itu adalah kunci yang paling penting."

   Kadang yang kita pikirkan adalah yang apa kita inginkan, namun Tuhan tidak akan mewujudkannya, kalau itu tidak menjadi yang terbaik buat kita. Harapan yang terlalu tinggi akan terlalu sakit bila tidak sesuai dengan kenyataan. Tapi itu semua tidak menghalangi kita untuk bermimpi. Dan Jangan pernah takut untuk bermimpi!

   ya sudah.. ya sudah.. terus menerus memikirkan masa depan hanya akan membuat kita menjadi gila, lebih baik kita jalani saja hari ini.

"iya, kau benar Bal, tapi sepertinya kegelapan ini juga benar bahwa hari sudah malam."

"Iya... hari semakin gelap, lebih baik kita cepat pulang kalau tidak kita akan dimarahi."

"Iya itu benar, kalian taukan gimana ibuku kalau sudah marah?" hiiii...!

"Ternyata  ibumu galak juga ya? ibuku juga begitu."

 ha..ha..ha..ha..

"Kami pulanglah ya Fo, sebaiknya kau pulang juga."

"Ya sudah, sampai besok. Kalian hati-hatilah dijalan"

"Ya.."

***

   Salahkah kalau aku mencemaskan hari esok? padahal aku tertawa bersama teman-temanku malam ini.
setiap orang mempunyai harapan dihatinya masing-masing. Seperti bunga, harapan itu diawalai dengan kuncup, sama seperti pucuk bunga yang belum mekar. Awalnya orang yang berharap dan bermimpi akan merasa takut, namun ketika sudah jelas arah jalannya, bahwa harapan nya akan terkabul..

maka dia akan...


 "ah, hujan..??"

 Lebih baik aku cepat-cepat pulang, kalau tidak ibuku akan cemas.

"Selamat Malam."

 

Selasa, 11 Maret 2014

Kau harus menutup matamu, lalu kau akan melihat cinta.

Kejadian ini terjadi sekitar seminggu yang lalu, dimana keadaan kelas ku seperti biasanya, terlalu monoton. Orang-orang dikelasku bertingkahlaku sama setiap harinya dan yang anehnya mereka gk pernah bosan untuk melakukan hal itu. setiap saat, setiap waktu, dimanapun berada dan seperti sudah menjadi tradisi.
oh ya, perkenalkan nama ku Fio, biasanya orang memanggil ku Fio atau Fo, bukan Ufo ataupun Po diserial kartun Kungfu Panda. Jujur aja, aku bukan elien ataupun orang yang jago kungfu, tapi ku akui aku orang yang menarik.

sebenarnya, aku itu termasuk orang yang kurang suka memperhatikan dan mempedulikan sesuatu. Yang ku maksud disini bukan seperti orang yang sembrono, bukan! ini tentang cinta.

pernah suatu kali...
kejadiaan ini terjadi saat aku mau keluar dari gerbang sekolah. Ada seorang cewek, tepatnya adik kelasku yang entah sejak kapan dia menunggu disana. menunggu kehadiranku, dia menunggu dengan sabar, berharap kesabarannya akan berbuah manis.
hingga akhirnya akupun keluar dari gerbang depan sekolah, tempat dimana dia berdiri menungguku. Aku melihat dia tersenyum sangat manis kearahku tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku memandanginya sekilas lalu melewatinya begitu saja.

aku tak tau, lalu belakangan ini baru kusadari ternyata aku sudah mematahkan hatinya. Dan tanpa harus melihatnya kebelakang aku tau pasti bahwa matanya sudah berkaca-kaca dan ingin menangis.

entah kenapa? tapi..
mungkin sebenarnya aku orang yang dingin..
mungkin sebenarnya aku orang yang acuh tak acuh..
mungkin sebenarnya aku orang yang cuek..
tetapi, kenapa selalu saja ada orang yang memberikan ruang dihatinya untuk ku.

Cinta itu buta?

begitu jelasnya kebohongan yang terpampang dimatanya untuk mencintai seseorang. Kebohongan bahwa orang yang dia cinta sebenarnya tidak peka, tidak tau apa yang dirasakannya.
Lalu kenapa dirinya masih mencintainya? mempedulikannya? mengharapkannya?

memang, untuk mencari cinta yang tulus kau harus menutup matamu, mendengarkan apa yang didengar telingamu dan rasakan apa yang ingin dirasakan hatimu. perasaan dari dalam itulah yang dimaksud cinta sejati, dan jika kamu sudah merasakannya, kamu tak dapat berbohong lagi, kamu tak dapat bersembunyi lagi.

Perasaan untuk tak dapat berbohong pada diri sendiri..
Perasaan untuk tak bersembunyi dari orang yang kau cintai.

Kini aku sadar, kenapa ada orang yang terlahir buta dan ada orang yang buta karena kecelakaan,
itu semata bukanlah karena sebuah kebencian dari Tuhan, dan juga bukan takdir! tak ada yang namanya takdir, karena kita tau Tuhan itu baik.

kenapa ada orang yang terlahir buta, dan ada orang yang buta karena kecelakaan?
alasannya karena Tuhan itu baik.
jawabannya karena Tuhan itu penyayang!

Tuhan sayang kepada mereka yang tidak bisa melihat, supaya mereka dapat memberikan cinta yang tulus, dan juga akan mendapat cinta yang tulus pula.
mereka mengkin tidak dapat melihat, tetapi ketulusannya bukanlah sebuah kepalsuan.
didepan mata mereka tidak ada kebohongan, karena kenyataan yang mereka rasakan adalah sebuah ketulusan.

Cinta itu buta? Mungkin yang benar adalah kau harus menutup matamu, lalu kau akan melihat cinta.